GMNI Touna Tolak Normalisasi LGBT demi Nilai Pancasila, Agama dan Budaya
Dipanusantara.Times – Touna – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tojo Una-Una turut ambil bagian dalam aksi damai bertajuk Stop Normalisasi LGBT di Touna yang digelar Aliansi Masyarakat Tojo Una-Una di Kabupaten Tojo Una-Una, Kehadiran GMNI disebut sebagai bentuk partisipasi dalam menyampaikan aspirasi masyarakat secara damai kepada Pemerintah Kabupaten Tojo Una-Una. Minggu (13/7/2026).
Ketua DPC GMNI Tojo Una-Una, Moh. Ricky M. Nibi, mengatakan organisasinya menghormati hak setiap warga negara sebagai individu. Namun, ia menyatakan GMNI menolak normalisasi LGBT karena dinilai tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, norma agama, budaya, serta kearifan lokal yang dianut masyarakat Tojo Una-Una.
“DPC GMNI Tojo Una-Una hadir sebagai bagian dari Aliansi Masyarakat Tojo Una-Una untuk menyampaikan aspirasi secara damai. Kami menolak normalisasi LGBT karena menurut pandangan kami hal tersebut tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, norma agama, budaya, serta kearifan lokal yang menjadi pedoman kehidupan masyarakat Tojo Una-Una.
Kami berharap pemerintah daerah dapat mendengar dan menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan masyarakat dengan tetap menjunjung tinggi konstitusi dan menjaga ketertiban umum,” ujar Moh. Ricky M. Nibi.Aksi damai tersebut menjadi wadah penyampaian pandangan berbagai elemen masyarakat terhadap isu LGBT.
Kegiatan berlangsung tertib dengan melibatkan organisasi keagamaan, organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, organisasi mahasiswa, serta masyarakat umum.
Rangkaian aksi dimulai sekitar pukul 13.00 WITA dari Masjid Tsamratul Ukhuwah di Kecamatan Ratolindo. Massa kemudian melakukan long march menuju perempatan lampu merah Dondo dan berakhir di kawasan Kompleks Pertokoan Ampana. Selama aksi berlangsung, peserta membawa spanduk dan poster serta menyampaikan orasi mengenai pentingnya menjaga nilai-nilai agama, budaya, dan norma sosial yang diyakini masyarakat Kabupaten Tojo Una-Una.
Aksi berada di bawah naungan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tojo Una-Una dan dihadiri Ketua MUI Kabupaten Tojo Una-Una, Habib Abdurrahman bin Salim Al-Idrus, bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Tojo Una-Una.